Ingin Renovasi Rumah yang Hemat? Ini Beberapa Solusinya yang Mudah




Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa rumahku istanaku. Ungkapan ini tentu mempunyai banyak makna, tergantung masing-masing orang dari sudut mana mereka memandangnya. Jika memandang rumah sebagai tempat tinggal, maka bisa dimaknai bagaimanapun kondisi rumah, kalau itu milik sendiri pasti akan memberi kenyamanan tersendiri, meski dibanding dengan istana sekalipun.

Banyak orang melakukan berbagai upaya sedemikian rupa sesuai seleranya untuk membuat rumah bisa nyaman ditempati. Juga yang tak kalah pentingnya adalah dengan merawat rumah secara rutin agar penghuni betah menempatinya, menjadi suatu yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik rumah. Oleh karenanya, jika ada kerusakan sudah seharusnya rumah segera diperbaiki atau direnovasi.

Namun yang menjadi masalah, untuk merenovasi rumah bukanlah hal yang mudah. Anda sebagai pemilik rumah harus memperhitungkan segala sesuatunya dengan cermat dan yang paling utama tentu soal keperluan biaya yang tak sedikit. Untuk itu, agar bisa lebih hemat perlu adanya strategi atau rencana renovasi yang akurat agar pekerjaan berjalan lancar, tidak sampai terbengkalai.

Adakah solusinya? Untuk melakukan renovasi rumah yang hemat, Anda bisa melakukan beberapa cara yag mudah berikut ini, diantaranya yaitu :

1. Pertahankan bentuk rumah yang ada

Waktu pertama kali membangun rumah pastinya Anda telah memilih model atau bentuk rumah sesuai selera Anda. Tentunya selera tak akan berubah begitu drastis, oleh karenanya saat Anda ingin merenovasi rumah tak perlu banyak merubah model, karena akan berpengaruh terhadap kebutuhan biaya. Semakin banyak perubahan tentu akan membuat biaya makin meningkat, misalnya untuk biaya pembelian material dan ongkos tukang.

Jika Anda terpaksa harus menambah atau memindahkan ruangan, maka perhitungkan dengan seksama dengan mempelajari denah rumah. Membongkar, menggeser dinding atau membuat dinding baru pengerjaannya sama saja, membutuhkan biaya yang cukup mahal, jadi maksimalkan dulu area yang ada sebaik mungkin.

2. Pilih bahan aluminium untuk kebutuhan material rumah 

 
Rayap bisa jadi memberi andil yang besar pada kerusakan rumah Anda, misalnya terhadap kusen kayu pada jendela, pintu, rangka atap dan bagian rumah lainnya. Ada solusi terbaik sebagai jalan keluarnya, yaitu dengan menggantinya menjadi jendela dan pintu aluminium, sedangkan rangka atap menggantikannya dengan baja ringan.

Seiring semakin mahalnya harga kayu, kini penggunaan bahan aluminium untuk kusen rumah semakin populer. Anda tak kesulitan untuk mendapatkan bahan tersebut karena makin banyak distributor dan produsen kusen aluminium, misalnya saja distributor aluminium PT. Indomakmur Inti Lestari yang siap untuk memenuhi kebutuhan Anda. Perusahaan yang berbasis di Indonesia ini bergerak dalam bidang import dan supplier untuk berbagai jenis barang ferrous dan non-ferrous metal, peralatan listrik, plastik industri, serta rubber dan belt.

Banyak alasan orang lebih tertarik dan memilih menggunakan kusen alumunium untuk renovasi rumahnya. Apa saja sebetulnya kelebihan aluminium? Berikut ini beberapa keuntungan jika Anda memilih kusen aluminium dibandingkan kayu untuk kusen rumah, yaitu antara lain : 


  • Tahan terhadap cuaca, membuat aluminium tidak akan mengalami penyusutan karena suhu yang dingin, atau memanjang sehingga bisa melengkung karena suhu udara yang panas.
  • Tahan terhadap serangan rayap dan tahan keropos, walaupun dipasang pada tempat-tempat yang lembab, seperti di kamar mandi.
  • Aluminium mempunyai bobot yang cukup ringan, sehingga lebih mudah dipindahkan.
  • Dari segi pemeliharaan, kusen alumunium lebih mudah untuk perawatannya.
  • Ramah lingkungan, karena aluminium tergolong bahan yang aman serta tak memancarkan toksin atau zat berbahaya ke dalam lingkungan.
  • Dari segi estetika, dengan teknologi modern memungkinkan aluminium dapat diwujudkan dalam segala macam solusi desain.
  • Pemasangannya mudah, untuk pintu aluminium relatif tak membutuhkan biaya yang besar dan dapat dilakukan dengan waktu yang singkat.

 
3. Manfaatkan furnitur lama 
 
Furnitur lama bukan berarti harus dibuang, karena masih bisa dimanfaatkan dengan cara menyulapnya menjadi seperti baru. Anda bisa melakukannya, misalnya dengan cara mengecatnya kembali dengan warna lain atau memoles permukaan furnitur dengan minyak atau cairan khusus agar nampak mengkilap.

Cara lain untuk memanfaatkan furnitur lama adalah dengan mengubah fungsinya, misalnya mengubah bathtub yang sudah lama menjadi sofa atau meja kerja tua menjadi beberapa kabinet.

4. Gunakan material hemat energi

Anda bisa membuat desain rumah Anda menggunakan material yang ramah lingkungan dan dapat meredam panas. Misalnya menggunakan material batu bata untuk dinding. Dinding batu bata setebal 10 cm dapat menahan panas selama 2 jam lebih, sehingga akan mengurangi penggunaan AC di rumah.

5. Mempertimbangkan musim

Musim yang tepat untuk renovasi rumah adalah saat musim kemarau yang disertai gerimis atau hujan dalam skala yang ringan. Melakukan renovasi pada saat musim seperti ini bisa membuat hasil bangunan lebih berkualitas. Misalnya saat ada hujan, Anda bisa melihat kondisi genteng apakah bocor atau tidak. Sedangkan jika renovasi dilakukan saat cuaca sangat panas, bisa membuat bangunan retak-retak, sebaliknya jika dilakukan pada musim hujan, hasilnya juga tidak akan bagus dan pekerjaan bisa berjalan lambat.

Nah, itulah beberapa tips untuk melakukan renovasi rumah yang bisa menghemat biaya. Bagaimana dengan kondisi rumah Anda sekarang, sudahkah saatnya perlu direnovasi? Anda bisa mempertimbangkan solusi di atas untuk renovasi rumah yang mudah dan hemat. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed with by Way2themes | Distributed by Blogspot Themes