Perusahaan Sawit Sukanto Tanoto Sukses Raih 100% ISPO


Sumber: inside-rge.com

Industri sawit kerap mendapat stigma buruk dan dipandang bertanggung jawab atas banyak aktivitas deforestasi hingga pembakaran lahan. Pandangan seperti ini beredar luas di masyarakat dan masih bertahan hingga sekarang. Sebagai perusahaan yang berbasis pada alam, Asian Agri yang merupakan salah satu unit bisnis Sukanto Tanoto merasa perlu membuktikan bahwa industri sawit juga bisa memberi dampak positif bagi lingkungan. Asian Agri pun selalu mendukung program pemerintah dalam upaya membangun industri sawit yang berkelanjutan.

Salah satu program pemerintah yang didukung penuh oleh Asian Agri adalah ISPO. Selang 4 tahun sejak sertifikasi ISPO dibentuk oleh pemerintah, perusahaan Sukanto Tanoto segera menyambutnya dengan mendapatkan sertifikat pertamanya untuk PT Inti Indosawit Subur. Setelah itu, dua unit bisnis berikutnya, yakni PT Rantau Sinar Karsa dan PT Indo Sepadan Jaya pun menyusul dengan mendapatkan sertifikat yang sama. 


ISPO Sebagai Upaya Pemerintah Perangi Pemanasan Global

ISPO atau Indonesian Sustainable Palm Oil System pertama kali diperkenalkan kepada publik pada tahun 2009. Sertifikasi ini dibentuk untuk mencapai satu tujuan utama. Mengurangi gas rumah kaca yang menjadi penyebab pemanasan global, itulah tujuan yang ditetapkan pemerintah Indonesia melalui sertifikasi ISPO.

Meski demikian, ISPO juga dibentuk untuk membantu meningkatkan standar kualitas minyak sawit produksi Indonesia melalui praktek bisnis yang berbasis pada prinsip-prinsip berkelanjutan.

Sebagai informasi, beberapa negara di dunia menerapkan standar yang cukup tinggi untuk minyak sawit yang akan masuk ke negaranya. Di Eropa sendiri, standar kualitas bukan menjadi satu-satunya tolok ukur. Banyak negara-negara di Eropa yang mendukung upaya pelestarian lingkungan dan praktek industri yang berkelanjutan. Karena itulah, sertifikasi seperti ISPO dibutuhkan untuk membuktikan hal tersebut.

Meski sudah diberlakukan sejak tahun 2009, sertifikasi ISPO seakan kurang mendapat dukungan dari beberapa pelaku bisnis. Di tahun 2019 saja, total hanya ada 502 perusahaan dan kelompok tani yang sudah mendapatkan sertifikat ISPO. Jumlah tersebut hanya sebesar 15% dari keseluruhan pelaku bisnis sawit yang ada di Indonesia. Padahal, dengan ISPO, pelaku bisnis sebenarnya juga mendapatkan banyak keuntungan.

Sebagai sebuah perusahaan yang ingin membantu mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan, Asian Agri sangat memahami manfaat jangka panjang yang bisa diperoleh dari ISPO. Dengan terwujudnya alam yang lestari, industri sawit akan tetap bertahan. Namun lebih dari itu, perusahaan Sukanto Tanoto tersebut juga menyadari bahwa sertifikasi ISPO merupakan sebuah landasan untuk menjaga bumi dan masa depan, khususnya masa depan bangsa Indonesia. 


Asian Agri Penuhi Target ISPO 100%

International Conference and Expo yang dilangsungkan pada 27 Maret 2019 lalu menjadi panggung pengukuhan Asian Agri sebagai salah satu perusahaan yang berhasil meraih ISPO 100%. Dengan diberikannya sertifikat ISPO untuk dua unit bisnisnya, yakni PT Rantau Sinar Karsa dan PT Indo Sepadan Jaya, seluruh perusahaan yang berada di bawah naungan perusahaan Sukanto Tanoto tersebut kini telah terbukti menerapkan praktek pertanian dan produksi minyak sawit yang berkelanjutan.

Memenuhi sertifikasi ISPO hanyalah sebagian kecil dari upaya Asian Agri dalam berkontribusi mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan. Perusahaan Sukanto Tanoto tersebut juga aktif mendorong petani yang menjadi mitra untuk mendapatkan sertifikasi yang sama.

Tidak berhenti di situ saja, Asian Agri juga terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan praktek produksi dengan target zero waste. Melalui pembangunan PLTBg, perusahaan Sukanto Tanoto tersebut berupaya untuk meminimalisir produksi limbah sekaligus membantu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekitar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed with by Way2themes | Distributed by Blogspot Themes