Bekerja Tidak Selalu Bahagia, Ini Beberapa Sebabnya


Bagi yang masih pusing memikirkan mendapatkan pekerjaan mungkin akan mempunyai perasaan jika bekerja itu bahagia.  Betulkah? Ternyata tidak mesti demikian. Tidak sedikit yang masih saja ada rasa tidak bahagia setelah pekerjaan didapat.

Mungkin Anda telah bekerja keras, tetapi merasa tersiksa oleh pekerjaan dan tidak bisa meninggalkan atau berpindah tempat kerja karena gajinya bagus. Agar tidak tersiksa maka Anda harus menemukan penyebabnya sebelum memutuskan solusinya. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda tidak senang bekerja :

Terpaksa

Mungkin itu karena Anda tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan atau bisa juga karena Anda membandingkan diri Anda dengan teman-teman lain yang tampaknya lebih sukses.

Melakukan pekerjaan karena dia dipaksa atau menuntut suatu situasi membuatnya harus membalik pekerjaan. Ironisnya, kita hanya akan bosan dengan tubuh dan pikiran kita, tetapi kita tidak akan mendapatkan kepuasan batin.

Padahal, mencari pekerjaan baru adalah solusi. Hanya saja meninggalkan pekerjaan lama Anda dan mendapatkan pekerjaan baru sesuai keinginan Anda tidak semudah membalikkan telapak tangan Anda.

Anda tidak bisa berkembang

Selalu bekerja dengan monoton setiap hari. Lebih buruk lagi, tidak ada kesempatan untuk berkembang. Kondisi ini tentu cenderung menimbulkan perasaan tidak pernah puas atau tidak senang bekerja. Jika Anda ingin lebih bahagia, mungkin Anda harus mencari peluang untuk mencapai prestasi atau prestasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan untuk berkembang.

Tidak mendapat apresiasi

Persaingan di dunia kerja semakin berat dari waktu ke waktu. Dia belum bergabung dengan perilaku rekan kerja yang bermain curang atau membenarkan segala cara mencari wajah.

Tetapi jika selama ini hasil kerja keras tidak pernah mendapatkan penghargaan yang layak, pasti ada perasaan kekecewaan yang luar biasa. Jadi perasaan itu yang kadang menjadi tidak bisa bahagia meski sudah bekerja keras.

Keras kepala

Penyebab tidak senang meski kerja keras selanjutnya adalah karakter keras kepala. Saya tidak keras kepala dengan orang lain, tetapi dengan diri Anda sendiri. Kita sering merasa kewalahan dengan kekurangan, kesalahan, dan hambatan kita, alih-alih berfokus pada keberhasilan tujuan yang harus dicapai.

Bahkan jika Anda terlalu keras pada diri sendiri, Anda dapat menguras pikiran dan tubuh Anda. Dampaknya dapat menghambat produktivitas dan mengubah kondisi kesehatan untuk memicu mekanisme inflamasi yang mengarah pada penyakit kronis dan penuaan dini.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed with by Way2themes | Distributed by Blogspot Themes